Sabtu, 09 Mei 2020

Seishun Buta Yarou - Sekilas Series dan Movie

Seishun Buta Yarou

Judul yang panjang dengan kalimat “Buta Yarou” dan “Bunny Girl” cukup catchy pertama kali saya sekilas melihat cuplikannya di YouTube.

Series dan Syndrome

Pertama kali saya menonton anime yang berjudul “Seishun buta yarou wa bunny girl senpai no yume wo minai”,  saya sudah tertarik dengan karakter di dalamnya. Anime ini sebenarnya cukup simpel secara efek, tapi gambarnya cukup bagus. 


Selain karakter dan gambar, saya suka dengan konsep teori “puberty syndrome” yang dikisahkan dlm anime ini. Bagaimana syndrome berasal dari kelabilan remaja, yg kemudian berefek nyata pada diri dan lingkungan sekitarnya. Di series nya - yg berdurasi 13 eps - semua karakter utamanya mengalami syndrome tersebut. Diakhiri dengan sembuhnya syndrome yang “diderita” oleh Kaede -adik Sakuta - pulih. Agak sedih karena kepribadian (jiwa) lain Kaede yang sudah cukup lama menemani Sakuta hilang bergantikan Kaede yang sesungguhnya. Meskipun sudah tamat, kisah tentang syndrome Sakuta sendiri belum lah selesai. Belum diceritakan. Mengenai luka di bagian dada perutnya yang belakangan terbuka kembali, hingga siapa sebenarnya Makinohara Shoko.

Eh Ada Movie nya?!

Pagi ini, ketika scrolling IG, saya menemukan informasi tak diduga2: ternyata anime ini merilis movie nya di musim panas 2019 lalu! Tidak tunggu lama, saya search dan streaming. Judul movie nya : “Seishun Buta Yarou wa Yume Miru Shoujo no Yume wo Minai”. 


Untuk yg paham bahasa Jepang, atau pernah lihat translate nya, dari judul bisa diketahui bahwa cerita ini akan banyak mengisahkan ttg “shouju” 少女, anak perempuan / perempuan kecil, di mana itu merujuk kepada Makinohara Shoko: gadis SMP yg sedang dirawat krn penyakit jantung nya. Tapi tapi, kok ada Shoko yang sudah dewasa (kuliah) juga?

Yap, itu adalah efek dari syndrome yang dialami oleh Shoko. Diawali dengan keraguannya dalam mengisi sebuah kertas “Perencanaan Masa Depan” ketika masih SD. Penyakitnya yg dinyatakan tidak akan sembuh membuatnya ragu akan masa depan. Apa gunanya menulis rencana masa depan kalau tahu bahwa masa depan tersebut tidak akan pernah dia rasakan?

Lalu, sosok Shoko kuliah? Itu adalah masa depan yang ia “perlambat”. Kalau teori Futaba, itu adalah Quantum Physic? Entah..

Singkat cerita, film ini menyuguhkan kita setidaknya 4 dunia paralel yang saling berkaitan (ulasan dari YouTube channel Vy Kouko Ch). Di mana semua dunia paralel tersebut dibuat oleh Shoko, oleh syndrome nya yang terjadi ketika mengisi lembar masa depan di kelas 4 SD.

Syndrome ini jugalah yang membuat kisah hidup Sakuta dkk mengalir seperti series anime nya mulai dr eps 1~13. Dunia paralel diketahui terbentuk di movie nya, dan terkuak kenapa Shoko “kembali ke masa lampau”, krn ia ingin menyelamatkan Sakuta. Facts in this film: Shoko bisa hidup krn Sakuta mendonorkan jantung nya akibat ia kecelakaan lalu lintas. Shoko tdk mau Sakuta mati. Maka ia kembali ke waktu kejadian. Eh, Mai senpai yang malah mati demi menyelamatkan Sakuta.

Meskipun demikian, akhir ceritanya adalah Happy Ending.


Itu adalah scene penghubung semua dunia paralel yang ada. Bagaimanapun juga, pengorbanan Makinohara Shoko - membuat kisah hidup tanpa Sakuta - berhasil.

Sakuta pun masih mengingat Shoko, pada akhirnya..

😄


p.s maaf ya kalau ceritanya tidak lengkap, loncat, dan tidak memberi konklusi apapun. Maklum, cuma pengen nulis supaya tidak lupa 😆😆😆

Streaming sendiri filmnya yaa~

Sabtu, 02 Mei 2020

Totoro di OASIS 21

Layaknya seorang wanita yang berdandan, memilih gincu yang hendak dipakai saja sudah bingung, mix and match dengan baju, disamakan dengan mood, memerhatikan suhu ruangan, hingga melihat ramalan cuaca seminggu ke depan dan buka kartu tarot.

Saat ini saya seperti itu dalam menulis tulisan ini. Nulis, ga, nulis, ga. Kayanya pengen nulis, tapi nulis apa.

Dengan mengumpulkan niat, saya pun bertekad untuk menghasilkan sebuah tulisan sebagai janji kepada diri sendiri dan seorang sahabat. Hal ini karena sudah saking lamanya saya tidak melanjutkan blog ini. Padahal ada part lain yang harus dan bisa diceritakan tentang perjalana saya memburu tempat-tempat Kimi no Na Wa.

Ditemani lagu-lagu Kimi no Na Wa versi orkestra di Youtube, mari kita anggap ini sebagai sebuah tulisan selingan - OVA - begitulah. Sebuah tulisan tentang beberapa foto yang akan saya share di setelah ini.

Anda suka anime?

Suatu ketika saya melakukan pelanggaran (lagi) di Gakuen 😅. Seperti rule yang sudah ada, saya harus menulis MAG-Card, sebuah kartu berisikan apa kesalahan saya, kenapa bisa terjadi, dan bagaimana supaya tidak terjadi lagi. Ya, salah satu sistem yang dibuat supaya setiap aturan yang kita langgar dapat terselesaikan dengan melakukan meng-improve diri. Kartu itu pun harus dibawa untuk counseling dengan shidouin (instruktur) grup saya.

Singkat cerita, setelah counseling selesai, saya bertanya; "Satou Shidouin, Anda suka anime?", "Tentu! Ada toko anime di OASIS 21, Nagoya. Cobalah ke sana" Kebetulan sekali, sudah hampir 1 tahun di Kariya tapi saya belum menjelajahi OASIS 21.

Yosh.

gb.1 maps dormitory to OASIS 21

Weekend tiba.

Memakan waktu hampir 1 jam menuju OASIS 21 dari asrama. OASIS 21 itu sendiri adalah nama tempat semacam "mall" yang terletak di Nagoya. Sempat agak bingung karena menembus area pertokoan dari sejak turun di stasiun. Dan kami pun tiba di lokasi.

Menuju toko anime yang dimaksud, dan cukup senang! Iya, cukup. Yah, namanya toko di mall, barang nya pasti barang baru. Harga? so pasti mahal. Saya lebih prefer ke toko barang bekas untuk berburu action figure (kalau sempat akan saya bahas kelak).

Cukup melihat isi toko, di kejauhan "eh, itu toko anime juga?"

Daann..

Bertemu Totoro dkk


gb.2 berfoto dengan Totoro

Ternyata itu toko resmi souvenir Studio Ghibli! Menyeruak ke dalam toko, kaki saya maunya ke kanan, mata saya maunya ke kiri. Saking bingung bin excited melihat pernak pernik yang ada. Ingin rasanya beli ini dan itu, tapi sadar uang, akhirnya saya hanya beli beberapa barang saja yang murah tapi (tentu saja) menarik 😆.


OASIS 21: Si Atap Oval dan Nagoya Tower

Selesai, saya dan teman-teman pun ke luar dan melihat bangunan OASIS 21 dari arah luar. Ia memiliki bentuk oval, dengan tudung / atap yang tidak langsung menempel dengan si pertokoan (untuk lebih jelas mungkin bisa googling, karena saya tidak punya foto nya😞).


gb.3 penampakan bagian luar OASIS 21

Langit cerah kala itu sangat cocok untuk jalan-jalan memang. Puas berfoto-foto di depan, kami pun berkeliling.

Ternyata ada tangga yang bisa dinaiki menuju bagian atas gedung. Di sana ada semacam kolam? dan tampak setengah Nagoya Tower menjulang hingga atasnya.

gb.4 bagian atas: kolam dengan view Nagoya Tower

Berfoto kembali, dan kami sudahi perjalanan kali ini dan mengarah menuju asrama.


Begitulah sepenggal kisah pengantar kali ini. Semoga bermanfaat minimal untuk diri saya sendiri sebagai pengingat moment dan trigger untuk melanjutkan chapter-chapter lain di blog ini.

Sudah pukul 21.15 WIB, Youtube di laptop sudah saya stop, dan mata sudah cukup berat. Semoga dini hari nanti saya bisa bangun sahur Ya Allah.

Aamiin.

Selamat berpuasa dan semoga per-corona-an bisa segera reda kemudian hilang (saat ini saya terjebak di kosan Karawang tidak bisa pulang ke Jakarta soalnya 😭)


fin.

Selasa, 06 Desember 2016

Kimi No Na Wa (君の名は) #1 Project: Tokyo 東京 *part2

Hello again to you all! Deuh niat mau ngetik ini tuh dari pagi tapi.... ajakan selimut dan rekan2 lebih menggoda untuk dituruti. Hahahaha.. maap. Udah beranjak dari kasur, eh ada temen Jepang yang minta makan. Yaudah bikinin Indomie goreng dulu (Roy sih yang bantu bikin). Selesai, agak siangan nyalain laptop, eeh ada lagi temen Jepang lain yang minta tolong nyariin penginapan via airbnb pake akun yang saya punya. Singkat cerita, setelah berbagai iklan dan sponsor, barulah pukul 17.25 bagian Chiryu-shi, saya mulai ngetik ini.

Ditemani lagu2 Mocca, Ladies and gentleman, Lets continue the journey!

Setelah selesai foto2 di tangga depan Suga Shrine, kembali ke Yotsuya Station, saya dan Mas Zevo naik JR menuju...

Third Stop : Docomo Tower , around Shinomachi Station

1.1 Tampak depan (sedikit nyamping) Shinomachi Station

Ga lebih dari 5 menit rasanya di kereta, sampailah kami di Shinomachi Station. Kali ini, ada beberapa view yang tergambar dalam anime. Satu-satu kita simak!


1.2 Docomo Tower

Keluar dari stasiun menghadap kiri, ada zebra cross, nah di situ banyak yang nyebrang. Hahaha. Maksud saya, dari arah tersebut kemudian menghadap kanan (ribet amat sih), menjulang Docomo Tower terlihat. Sebenarnya si tower ini tuh ga deket, lumayan lah, tapi dari posisi ini view di atas terlihat di dalam anime nya. Bisa dilihat gambar 1.2 atas, itu gambar anime, sedangkan yang bawahnya, itu hasil jepretan foto saya. Mirip kan! Bedanya hanya saya ambil foto tersebut di pukul 10.15 am waktu setempat, sedangkan di anime, view tersebut digambarkan mungkin menjelang maghrib..? View tersebut bisa di lihat pada scene di mana Taki kun baru berpisah jalan dengan Okudera senpai seusai date pertamanya.

Masih di sekitaran Shinomachi Station, dari lokasi saya berdiri di tengah zebra cross, maju sedikit, dan ditemukanlah.. SANG JEMBATAN!!!

Scene pada jembatan ini merupakan salah satu scene yang beken di Kimi No Na Wa. Kalau diurut, view Docomo Tower muncul setelah scene jembatan ini. Di sini Taki kun berpisah dengan Okudera senpai, dan membuka hp nya untuk melihat note yang ditinggalkan oleh Mitsuha. Kemudian jembata ini pun muncul lagi ketika Taki kun dewasa sedang hilir mudik interview, dan lagi2 bertemu dengan Okudera senpai. Seneng banget pas nemu jembatan ini! Salah satu view yang juga Mas Zevo incer. Beliau langsung foto2, dan pada gambar 1.3 bawah, terlihat pose nya di tempat Taki kun berdiri. Cuma ga sambil pegang hp aja. Hp nya lowbat. Eh, itu hp saya deng, hahaha.

Yuk kita lihat beberapa view point di jembatan ini, yang (kayanya) juga ada di dalam anime!

1.4 (atas) kondisi di atas jembatan, (bawah) sign jalan dr atas jembatan
Lagi2 bukan saya dan Mas Zevo saja yang men-spotted jembatan ini untuk foto2. Beberapa orang pun tampak mengambil gambar sambil membicarakan Kimi No Na Wa. Maklum, anime ini memang terkenal di sini (Jepang) dan sudah ada 2 atau 3 lebih blog Jepang yang membahas lokasi2 real anime ini. Makanya saya pengen buru2 datengin sebelum orang lain (esp orang Indonesia) ada yang bener2 dateng. Hahahaha *evilLaugh

*note: per sekarang, real time ngetik : Rabu 7 Des 16 pukul 00.54 !. Halaman ini takes 3 days already! Thx to my lemot laptop.. dan otak sih haha*

NEXT!

Fourth Stop : Around Shinjuku Station 
 

Salah view yang cukup membingungkan. Menuju Shinjuku Station nya sih mudah, tapi ketika sampe, bingung di bagian mana view di dalam anime bisa terlihat. Shinjuku Station itu sendiri cukup luas dan memiliki beberapa pintu keluar. Milih pintu keluar yang mana aja udah bingung. Bolak balik mana laper karena memang sudah siang. Akhirnya kami pilih keluar ke arah Odakyu Dept Store. Dan baru ngeh sekarang, ternyata gedung yang saya foto ketika keluar stasiun itu ada di dalam anime, tapi beda sudut pandang. Ah! Ini dia:

2.1 View dari depan Shinjuku Station
Yap, sudut pandang gedung nya memang beda (banget!). Gambar 2.1 atas, itu dilihat dari bagian kanan nya gambar 2.1 bawah. Selain ga ngeh, kami terlalu fokus untuk mencari view jembatan dalam scene Taki kun dan Mitsuha yang sudah dewasa tidak sengaja berpapasan di tengah rintik hujan salju. Taki kun sedikit merasa bahwa gadis yang ia lewati adalah seseorang yang tengah ia cari, tapi Mitsuha tidak sadar sama sekali.

Mencari jembatannya pun sangat membingungkan. Hal ini disebabkan blog Jepang yang saya baca tidak terlalu menjelaskan posisi jembatan tersebut. Atau mungkin dia nyebutin tapi saya nya aja yang ga bisa baca kanji. Hahahaha. Pertama nyari posisi hotel Ibis, karena ada di dalam foto. Cari2, akhirnya dapet juga arahan dari Google Maps, dan tadaaaa ketemu!

2.2 Jembatan (sekitaran) Shinjuku
Saya coba liat di internet ga nemu euy yang gambar anime nya, jadi yaudah tuh foto kondisi jembatan di siang hari, plus yang bawah yang ada saya nya sebagai bonus. Hahaha. Saya inget banget, di sini kami melewati Bic Camera (nama toko elektronik) yang cukup besar. Saatnya untuk memotivasi Mas Zevo buat beli Go Pro terbaru! *Mas Zevo, hayok kapan hajar!*

Oya. belum saya singgung, sedikit mundur, dari 2 minggu sebelum saya dan Mas Zevo ke Tokyo, saya kontak salah satu teman kuliah yang juga sedang di ada di Jepang, tepatnya di Tokyo dalam rangka internship. Nama nya Amrul, IK 2011. Saya kontak lah untuk sekalian ketemuan, dan dia bisa! Sebenarnya ga cuman pengen ketemu, tapi juga pengen numpang selonjoran di kosannya setelah jalan jauh sambil nunggu waktu bus tiba di tengah malam. Untung Amrul baik, hahaha.

STOP!

Ini playlist YouTube udah mulai muterin lagu2 yang makin lembut dan bikin ngantuk. Saya sudahi dulu yah part 2 nya! Masih ada beberapa lokasi lagi, plus karakter baru: Amrul akan hadir di part berikutnya.

.....

lagi ga ada ide bikin pantun 😁

See ya!!

😀😙😘



Minggu, 27 November 2016

Kimi No Na Wa (君の名は) #1 Project: Tokyo 東京 *part1

こんにちは!今回のストーリー :君の名はの東京の場所だ!

さて、行くぞ!!

Anime berjudul "Kimi No Na Wa" udah ga asing bagi para pecinta anime jepang. Anime yang disutradai oleh Makoto Shinkai ini memiliki rating score 9.38/10 menurut web myanime list (https://myanimelist.net/anime/32281/Kimi_no_Na_wa), dan 8.9/10 based on imdb (http://www.imdb.com/title/tt5311514/). Makoto Shinkai sendiri adalah sutradara dari anime yang juga tenar yakni "5cm per second".


Buat yang  udah nonton anime di atas, kebayang dong kaya apa kimi no na wa. Tapi tidak seperti 5cm per second, kimi no na wa sedih nya ga nge ganjel. Penonton dibawa tertawa, bingung, sedih, dan haru haru gimanaa gitu. Hahaha.

Well, karena spoiler bukan tujuan utama, let's go to the topic: Kimi No Na Wa's real place in Tokyo!

Selain penyajian plot yang baik, grafik yang sangat detail, lokasi-lokasi yang ada di dalam scene anime ini pun benar2 dibuat semirip mungkin dengan yang ada di dunia nyata. Secara garis besar, scene Kimi No Na Wa berletak di 3 lokasi: Tokyo, Nagano-ken, dan Gifu-Ken.

Tokyo adalah kota dimana Taki kun tinggal. Kondisi lingkungan kehidupan dari anak laki2 tersebut ditampilkan di sini.

Di sisi lain, lingkungan Mitsuha berada digambarkan di sekitaran Nagano-ken, dan sedikit Gifu-ken saya rasa? Hahaha ga yakin.

Gifu-ken sendiri menampilkan kisah ketika Taki-kun berusaha mencari keberadaan Mitsuha.


FLASHBACK, saya pertama tahu tentang Kimi No Na Wa dari trailer nya yang ada di youtube. Sejak lihat, saya langsung yakin bahwa ini adalah anime yang patut ditonton di bioskop karena dari trailer nya saja, sudah terlihat grafiknya yang detail. Kemudian, suatu malam, Fujieda (seorang teman Jepang) terlihat sedang membawa sebuah novel. "Itu buku apa?" "Ini Kimi No Na Wa. Ada film nya, bagus lho!" Makin bulat lah tekad saya buat nonton. Saya mulai lah ajak satu per satu teman2 Indonesia yang mau ikut nonton. Nihil. Ga ada yang mau, karena alasannya masing2, sampai ajakan tersebut saya sampaikan ke Mas Zevo, seorang alumni Mesin Undip 06 yang memang salah satu yang paling pintar bahasa jepang nya di kalangan trainee asing. *mas zevo, traktir gw abis ini!*

Berdua, kita tonton lah film ini di Odaka AEON. Pertama kali nonton anime di bioskop yang tentunya tanpa sub. Hahaha yah itung2 belajar listening. Daaaannnnnnnn setelah keluar bisokop kami seneng banget!! Film nya bagusss!!!! Sampe dorm (asrama) pun, masih seneng. Beberapa hari kemudian muncul lah ide (sedikit) gila, yaitu mengunjungi lokasi2 asli yang ada di dalam anime. Awalnya mau ke arah Gifu atau Nagano, tapi karena satu dan lain hal, "Yuk kita ke Tokyo aja!" Mas Zevo pun "Hayok!" Kang Ari, pria matang asal bandung yang dikenal sebagai pemimpin Trainee asing ini tahu saya dan Mas Zevo mau ke Tokyo, pun ikut ke Tokyo. Kang Ari sih ga nonton anime ini, tapi ikut ke Tokyo karena beliau mau nonton KnotFest.

1.1 Mau naik JR Bus
Booking lah bus pp Nagoya-Tokyo. Kami bertiga berangkat di hari Jumat (4 Nov 16) malam naik JR Bus dari Nagoya Station dengan jam keberangkatan 11.10pm (sekitar itulah). Cerita kenapa kami pake JR Bus pun menarik, ini karena kita kehabisan tiket Meitetsu Bus. Cari dan cari, dapetlah si JR Bus ini. Dan ga buruk at all! Busnya ga kalah nyaman, dan tiap stop nya sangat strategis yakni di depan stasiun besar. Benri istilah sininya.

Daaann tibalah kita di Tokyo, tepatnya di stasiun Tokyo pada pukul 6an pagi di keesokan hari nya (Sabtu, 5 Nov 16). Hawa yang lebih sejuk menyapa di kisaran 11⁰C. Misi pertama: cari bus stop untuk pulang! Siapa lagi kalau bukan Kang Ari yang mengusulkan hahaha.  Baru sampe, udah cari tempat pulang. Tapi itu bener sih. Tanya ke petugas, and here we are, ready for todays random trip!

1.2 dari kiri: saya, mas zevo, kang ari
Singkat cerita, setelah beli sarapan hemat di convinence store terdekat, makan ngampar di trotoar sebuah gang, Kang Ari pun melanjutkan perjalanan seorang diri ke lokasi KnotFest di Chiba sementara saya dan Mas Zevo meuju lokasi Kimi No Na Wa. Setelah ambil referensi dari blog beberapa blog Jepang, kami pun menentukan rute.

Berikut lokasi-lokasinya :

First Stop: Yotsuya Station.

2.1 Yotsuya Sta. tampak depan

Yotsuya Station adalah lokasi yang melatarbelakangi scene di mana Taki kun dan Okudera senpai (senior Taki kun di pekerjaan part time nya di restoran) ketemuan untuk pertama kali kencan. Seneng banget ketika berhasil nemuin tempat ini! Makin semangat untuk menjambangi lokasi berikutnya. Eits, ini dia beberapa foto yang saya ambil dan yuk compare dengan di anime nya!

2.2 Posisi nya Okudera senpai (atau yah, kurleb lah)

Saya barusan beberapa kali memperhatikan seperti ada yang berbeda. Selain angle foto nya yang kurang pas, ketika itu stasiun tersebut sedang dalam renovasi. Terlihat di belakang saya yang seharusnya peta jalur, tapi sedang tertutup oleh kain.

2.3 Taki kun ngambil nafas
 Masih di Yotsuya Station, di tangga inilah Taki kun mengambil nafas setelah berlari karena takut Okudera senpai sudah menunggu.

2.4 View sekeliling

View di atas adalah view dari lokasi Taki kun dan Okudera bertemu. Seru banget, baru 1 lokasi tapi sudah bisa mengcompare beberapa scene!

Second Stop : Suga Shrine

3.1 Map Yotsuya Station-Suga Shrine
Mencari lokasi Suga Shrine susah-susah gampang. Pasalnya, lokasinya berada di dalam jalan kecil, bukan di pinggir jalan besar. Dari Yotsuya Station kami berjalan kaki mengikuti Google Maps sejauh 1km dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit. Tiap gang yang dilewati, "eh, apa yang ini ya?" sampai Mas Zevo bilang "kayanya bisa deh yang ini". Setelah masuk gang, awalnya masih ragu walau Maps sih ga protes. Ketika jalan menurun, ah, memang ini jalannya!

3.2 Jalan menurun menuju Suga Shrine
 Yang tadinya sempet bingung, sekarang malah mempercepat langkah karena excited! Sebenarnya, Suga Shrine itu lokasi pas scene mana sih? Ehem. Here's the pictures!
3.3 Tangga
Yap! Inilah tangga menuju Shrine yang menjadi poster film Kimi No Na Wa itu sendiri. Memang di dalam anime nya, tidak ada scene seperti di poster. Tapi di tangga inilah scene terakhir antara Taki kun dan Mitsuha yang sama2 sudah dewasa (kembali) bertemu. Foto lain;

3.4 Tangga sudut pandang atas dan bawah
Waktu masih menunjukkan pukul 9.30an am, tapi bukan cuma saya dan Mas Zevo saja yang foto2 di sana. Ada beberapa orang lain sendiri atau bersama teman nya, memeragakan pose yang ada pada poster Kimi No Na Wa. Awalnya Mas Zevo ga yakin bahwa mereka datang karena tahu tangga tersebut adalah tangga yang ada di anime. Tapi makin lama makin banyak yang datang, dan mereka berpose seperti gambar poster! Sambil membicarakan Kimi No Na Wa. Yasudah, fix lah mereka sama aja. Sama saya maksudnya. Hahahaha..
3.5 Orang yang juga ambil foto




Hahahaha seru lah! Gara2 anime, tangga jadi lebih terkenal dibandingkan Shrine nya itu sendiri. Saya pun malah sampe lupa mengambil foto Shrine nya. Di dekat situ pun ada bukti yang lebih menguatkan bahwa ini adalah tangga yang ada di poster. Yakni adanya poster tersebut ditempel di dinding yang menuju tangga tersebut.

3.6 Poster Kimi No Na Wa tertempel di dinding
Karena masih ada beberapa lokasi yang harus dituju dan belum tahu pasti jalannya, maka kami pun tidak lama bertolak kembali ke Yotsuya Station untuk melanjutkan perjalanan.


Berhubung sekarang sudah tengah malam, dan saya harus bangun pagi untuk berangkat ke plant besok pagi, saya akan teruskan kisah pencarian lokasi real dari anime Kimi No Na Wa lain hari ya!

Stay Tuned!

Tahu bulat memang enyoy,
Ini dibaca semoga enjoy!
*apalah *iyaindeh

😋😇😘    

 

Selasa, 12 Juli 2016

Sembari Mendengar OST Ano Hana

Entah seperti terkena sihir apa, Ano Hi Mita Hana masih mengiangi kepala dengan tiap scene nya, apalagi lagu-lagu nya. Belakangan karena entah memang sedang cocok dengan suasana hati, lagu-lagu tersebut saya jadikan backsound di malam hari. Atau dini hari seperti sekarang. Pas rasanya untuk sambil menerawangkan pikiran ke alam yang tak terjamah akal.

Ano Hi Mita Hana no Namae wo Bokutachi wa Mada Shiranai
Bunga yang kita lihat di hari itu, masih belum kita ketahui namanya

Layaknya bunga yang indah, menyejukkan mata di kala musim panas yang menyengat. Akankah tumbuh di pekarangan ku?

Sabtu, 09 Juli 2016

Ano Hi Mita Hana

Salah satu judul anime yang bikin sedih. 

Eh, sebelumnya halo blog! Udh sekian bulan sejak post pertama gw. Haha. Mumpung ada mood, gw berkicau lagi ah. Kali ini gw akan cerita dikit tentang anime dengan judul tersebut di atas.

Artinya sendiri, "bunga yang pernah terlihat". Yaa kurang lebih (maklum masih N5) haha. Anime ini terkenal kok, coba gugling deh. Berdasarkan web anime yang suka gw kunjungin, rating nya sampai di atas angka 8. Anime ini bercerita tentang persahabatan diantara anak2 yang kemudian bikin kelompok dan punya secret base nya sendiri di sebuah bukit. Sebelum lebih lanjut, ini karakter nya:


dari kiri: Poppo, Anaru, Menma, Jintan, Tsuruko, Yukiatsu

Awal gw tau anime ini dari seorang temen di jaman kuliah, namanya Agus. Dia emang penyetok anime hahaha. Setelah nonton episode 1, langsung suka dan nonton hingga episode 11 (end). Sediiiihh huhu. Mereka sering main bareng, hingga suatu hari Menma terjatuh ke sungai dan meninggal. Sejak saat itu, mereka berpisah dan hidup masing2. Hingga suatu hari ketika mereka sudah di bangku SMA (apa SMP ya? SMA kayanya haha), Menma kembali hadir di rumah Jintan. Hmm sebagai roh kali ya sebutannya? Sort of. Hanya Jintan yang bisa melihat Menma. Awalnya Jintan kira itu hanya halusinasinya, hingga kemudian ternyata benar, itu Menma, seseorang yang sampai sekarang masih ia kagumi.

Menma pun mengutarakan bahwa ia hadir karena punya permintaan yang ingin teman2nya penuhi. Tapi ia lupa apa permintaannya tersebut Mulai dari situ lah, mereka kembali bersatu walau dengan ego masing2 yang besar. Semua tidak percaya bahwa Menma benar2 hadir kembali, dan itu membuat mereka semua kembali terjerembab ke kenangan masa lalu. Ternyata semua merasa bersalah dan menyalahkan diri mereka sendiri atas kematian Menma. 

Mereka mulai berencana untuk membuat "hanabi" (kembang api) untuk Menma, karena mereka yakin itulah yang Menma inginkan, supaya ia bisa kembali ke alam nya. Ternyata Menma masih ada. Bukan itu permintaan Menma yang sebenarnya. Hingga keesokan hari nya, Menma ingat apa sebenarnya yang Menma harapkan: pesan ibu nya Jintan sebelum ia meninggal, yaitu membuat Jintan menangis.


Setelah semua mengungkapkan perasaan yang sebenarnya terhadap satu dan lain, mereka pergi mencari Menma. Tapi Menma sudah mulai menghilang. Mereka mencari dari malam hingga pagi dan menemukan 5 pucuk surat yang ditulis Menma untuk mereka. Dan akhirnya mereka semua, tidak hanya Jintan, yang bisa melihat Menma. Semua mengungkapkan perasaanya terhadap Menma, dan Menma pun seutuhnya menghilang dengan senyuman. 




Anime ini memiliki alur maju-mundur disertai soundtrack yang sangat mendukung. Bikin makin sedih. Apalagi epsiode terakhir. Hmm. cerita apaan lagi ya. Intinya, gw merekomendasikan anime ini untuk ditonton. Well, selera sih. Tapi untuk genre ini, ini the best!


See ya on my another random post!

With Tears,

Pinta
Kursi yang ada jaket winternya, Dorm Room 803
Aichi-ken, Japan

p.s nih ost nya:

Last Train Home ~ still far https://www.youtube.com/watch?v=B-Hi-YQ2tOE

Sabtu, 27 Februari 2016

START!

 Sebenarnya gw punya blog. Sebelum ini. Tapi lupa.


Hahahaha..

Aniwey, gw akan coba tuangkan apa yang ada di otak gw di laman blog ini. Pas kepikiran aja tapi. Sekarang sudah pagi, waktu setempat menunjukkan pukul 02.28. Mari beristirahat.

Semoga blog ini bisa aktif, besar, bisa makan sendiri dan memberangkatkan gw haji. Lahiriah dan jasadiah, aamiin.



Warm Hug,

Pinta

Company Dorm Room 803
Kariya City, Aichiken,
Japan