Minggu, 27 November 2016

Kimi No Na Wa (君の名は) #1 Project: Tokyo 東京 *part1

こんにちは!今回のストーリー :君の名はの東京の場所だ!

さて、行くぞ!!

Anime berjudul "Kimi No Na Wa" udah ga asing bagi para pecinta anime jepang. Anime yang disutradai oleh Makoto Shinkai ini memiliki rating score 9.38/10 menurut web myanime list (https://myanimelist.net/anime/32281/Kimi_no_Na_wa), dan 8.9/10 based on imdb (http://www.imdb.com/title/tt5311514/). Makoto Shinkai sendiri adalah sutradara dari anime yang juga tenar yakni "5cm per second".


Buat yang  udah nonton anime di atas, kebayang dong kaya apa kimi no na wa. Tapi tidak seperti 5cm per second, kimi no na wa sedih nya ga nge ganjel. Penonton dibawa tertawa, bingung, sedih, dan haru haru gimanaa gitu. Hahaha.

Well, karena spoiler bukan tujuan utama, let's go to the topic: Kimi No Na Wa's real place in Tokyo!

Selain penyajian plot yang baik, grafik yang sangat detail, lokasi-lokasi yang ada di dalam scene anime ini pun benar2 dibuat semirip mungkin dengan yang ada di dunia nyata. Secara garis besar, scene Kimi No Na Wa berletak di 3 lokasi: Tokyo, Nagano-ken, dan Gifu-Ken.

Tokyo adalah kota dimana Taki kun tinggal. Kondisi lingkungan kehidupan dari anak laki2 tersebut ditampilkan di sini.

Di sisi lain, lingkungan Mitsuha berada digambarkan di sekitaran Nagano-ken, dan sedikit Gifu-ken saya rasa? Hahaha ga yakin.

Gifu-ken sendiri menampilkan kisah ketika Taki-kun berusaha mencari keberadaan Mitsuha.


FLASHBACK, saya pertama tahu tentang Kimi No Na Wa dari trailer nya yang ada di youtube. Sejak lihat, saya langsung yakin bahwa ini adalah anime yang patut ditonton di bioskop karena dari trailer nya saja, sudah terlihat grafiknya yang detail. Kemudian, suatu malam, Fujieda (seorang teman Jepang) terlihat sedang membawa sebuah novel. "Itu buku apa?" "Ini Kimi No Na Wa. Ada film nya, bagus lho!" Makin bulat lah tekad saya buat nonton. Saya mulai lah ajak satu per satu teman2 Indonesia yang mau ikut nonton. Nihil. Ga ada yang mau, karena alasannya masing2, sampai ajakan tersebut saya sampaikan ke Mas Zevo, seorang alumni Mesin Undip 06 yang memang salah satu yang paling pintar bahasa jepang nya di kalangan trainee asing. *mas zevo, traktir gw abis ini!*

Berdua, kita tonton lah film ini di Odaka AEON. Pertama kali nonton anime di bioskop yang tentunya tanpa sub. Hahaha yah itung2 belajar listening. Daaaannnnnnnn setelah keluar bisokop kami seneng banget!! Film nya bagusss!!!! Sampe dorm (asrama) pun, masih seneng. Beberapa hari kemudian muncul lah ide (sedikit) gila, yaitu mengunjungi lokasi2 asli yang ada di dalam anime. Awalnya mau ke arah Gifu atau Nagano, tapi karena satu dan lain hal, "Yuk kita ke Tokyo aja!" Mas Zevo pun "Hayok!" Kang Ari, pria matang asal bandung yang dikenal sebagai pemimpin Trainee asing ini tahu saya dan Mas Zevo mau ke Tokyo, pun ikut ke Tokyo. Kang Ari sih ga nonton anime ini, tapi ikut ke Tokyo karena beliau mau nonton KnotFest.

1.1 Mau naik JR Bus
Booking lah bus pp Nagoya-Tokyo. Kami bertiga berangkat di hari Jumat (4 Nov 16) malam naik JR Bus dari Nagoya Station dengan jam keberangkatan 11.10pm (sekitar itulah). Cerita kenapa kami pake JR Bus pun menarik, ini karena kita kehabisan tiket Meitetsu Bus. Cari dan cari, dapetlah si JR Bus ini. Dan ga buruk at all! Busnya ga kalah nyaman, dan tiap stop nya sangat strategis yakni di depan stasiun besar. Benri istilah sininya.

Daaann tibalah kita di Tokyo, tepatnya di stasiun Tokyo pada pukul 6an pagi di keesokan hari nya (Sabtu, 5 Nov 16). Hawa yang lebih sejuk menyapa di kisaran 11⁰C. Misi pertama: cari bus stop untuk pulang! Siapa lagi kalau bukan Kang Ari yang mengusulkan hahaha.  Baru sampe, udah cari tempat pulang. Tapi itu bener sih. Tanya ke petugas, and here we are, ready for todays random trip!

1.2 dari kiri: saya, mas zevo, kang ari
Singkat cerita, setelah beli sarapan hemat di convinence store terdekat, makan ngampar di trotoar sebuah gang, Kang Ari pun melanjutkan perjalanan seorang diri ke lokasi KnotFest di Chiba sementara saya dan Mas Zevo meuju lokasi Kimi No Na Wa. Setelah ambil referensi dari blog beberapa blog Jepang, kami pun menentukan rute.

Berikut lokasi-lokasinya :

First Stop: Yotsuya Station.

2.1 Yotsuya Sta. tampak depan

Yotsuya Station adalah lokasi yang melatarbelakangi scene di mana Taki kun dan Okudera senpai (senior Taki kun di pekerjaan part time nya di restoran) ketemuan untuk pertama kali kencan. Seneng banget ketika berhasil nemuin tempat ini! Makin semangat untuk menjambangi lokasi berikutnya. Eits, ini dia beberapa foto yang saya ambil dan yuk compare dengan di anime nya!

2.2 Posisi nya Okudera senpai (atau yah, kurleb lah)

Saya barusan beberapa kali memperhatikan seperti ada yang berbeda. Selain angle foto nya yang kurang pas, ketika itu stasiun tersebut sedang dalam renovasi. Terlihat di belakang saya yang seharusnya peta jalur, tapi sedang tertutup oleh kain.

2.3 Taki kun ngambil nafas
 Masih di Yotsuya Station, di tangga inilah Taki kun mengambil nafas setelah berlari karena takut Okudera senpai sudah menunggu.

2.4 View sekeliling

View di atas adalah view dari lokasi Taki kun dan Okudera bertemu. Seru banget, baru 1 lokasi tapi sudah bisa mengcompare beberapa scene!

Second Stop : Suga Shrine

3.1 Map Yotsuya Station-Suga Shrine
Mencari lokasi Suga Shrine susah-susah gampang. Pasalnya, lokasinya berada di dalam jalan kecil, bukan di pinggir jalan besar. Dari Yotsuya Station kami berjalan kaki mengikuti Google Maps sejauh 1km dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit. Tiap gang yang dilewati, "eh, apa yang ini ya?" sampai Mas Zevo bilang "kayanya bisa deh yang ini". Setelah masuk gang, awalnya masih ragu walau Maps sih ga protes. Ketika jalan menurun, ah, memang ini jalannya!

3.2 Jalan menurun menuju Suga Shrine
 Yang tadinya sempet bingung, sekarang malah mempercepat langkah karena excited! Sebenarnya, Suga Shrine itu lokasi pas scene mana sih? Ehem. Here's the pictures!
3.3 Tangga
Yap! Inilah tangga menuju Shrine yang menjadi poster film Kimi No Na Wa itu sendiri. Memang di dalam anime nya, tidak ada scene seperti di poster. Tapi di tangga inilah scene terakhir antara Taki kun dan Mitsuha yang sama2 sudah dewasa (kembali) bertemu. Foto lain;

3.4 Tangga sudut pandang atas dan bawah
Waktu masih menunjukkan pukul 9.30an am, tapi bukan cuma saya dan Mas Zevo saja yang foto2 di sana. Ada beberapa orang lain sendiri atau bersama teman nya, memeragakan pose yang ada pada poster Kimi No Na Wa. Awalnya Mas Zevo ga yakin bahwa mereka datang karena tahu tangga tersebut adalah tangga yang ada di anime. Tapi makin lama makin banyak yang datang, dan mereka berpose seperti gambar poster! Sambil membicarakan Kimi No Na Wa. Yasudah, fix lah mereka sama aja. Sama saya maksudnya. Hahahaha..
3.5 Orang yang juga ambil foto




Hahahaha seru lah! Gara2 anime, tangga jadi lebih terkenal dibandingkan Shrine nya itu sendiri. Saya pun malah sampe lupa mengambil foto Shrine nya. Di dekat situ pun ada bukti yang lebih menguatkan bahwa ini adalah tangga yang ada di poster. Yakni adanya poster tersebut ditempel di dinding yang menuju tangga tersebut.

3.6 Poster Kimi No Na Wa tertempel di dinding
Karena masih ada beberapa lokasi yang harus dituju dan belum tahu pasti jalannya, maka kami pun tidak lama bertolak kembali ke Yotsuya Station untuk melanjutkan perjalanan.


Berhubung sekarang sudah tengah malam, dan saya harus bangun pagi untuk berangkat ke plant besok pagi, saya akan teruskan kisah pencarian lokasi real dari anime Kimi No Na Wa lain hari ya!

Stay Tuned!

Tahu bulat memang enyoy,
Ini dibaca semoga enjoy!
*apalah *iyaindeh

😋😇😘    

 

6 komentar:

  1. Seru banget! Hahahaa iih kalo ke jepang mau ah tour Kimi No Na Wa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. kalo gw di sini nya masih lama, ok juga tuh.. thx for stopping by anw! Baca part berikutnya yaa.. x)

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. ada tahu bulatnya :/

    ditunggu chapter lainnya kapin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abis tahu kotak ga terkenal sih haha.. okay tunggu ya! x)

      Hapus
    2. Abis tahu kotak ga terkenal sih haha.. okay tunggu ya! x)

      Hapus