Seishun Buta Yarou
Judul yang panjang dengan kalimat “Buta Yarou” dan “Bunny Girl” cukup catchy pertama kali saya sekilas melihat cuplikannya di YouTube.
Series dan Syndrome
Pertama kali saya menonton anime yang berjudul “Seishun buta yarou wa bunny girl senpai no yume wo minai”, saya sudah tertarik dengan karakter di dalamnya. Anime ini sebenarnya cukup simpel secara efek, tapi gambarnya cukup bagus.
Eh Ada Movie nya?!
Pagi ini, ketika scrolling IG, saya menemukan informasi tak diduga2: ternyata anime ini merilis movie nya di musim panas 2019 lalu! Tidak tunggu lama, saya search dan streaming. Judul movie nya : “Seishun Buta Yarou wa Yume Miru Shoujo no Yume wo Minai”.
Yap, itu adalah efek dari syndrome yang dialami oleh Shoko. Diawali dengan keraguannya dalam mengisi sebuah kertas “Perencanaan Masa Depan” ketika masih SD. Penyakitnya yg dinyatakan tidak akan sembuh membuatnya ragu akan masa depan. Apa gunanya menulis rencana masa depan kalau tahu bahwa masa depan tersebut tidak akan pernah dia rasakan?
Lalu, sosok Shoko kuliah? Itu adalah masa depan yang ia “perlambat”. Kalau teori Futaba, itu adalah Quantum Physic? Entah..
Singkat cerita, film ini menyuguhkan kita setidaknya 4 dunia paralel yang saling berkaitan (ulasan dari YouTube channel Vy Kouko Ch). Di mana semua dunia paralel tersebut dibuat oleh Shoko, oleh syndrome nya yang terjadi ketika mengisi lembar masa depan di kelas 4 SD.
Syndrome ini jugalah yang membuat kisah hidup Sakuta dkk mengalir seperti series anime nya mulai dr eps 1~13. Dunia paralel diketahui terbentuk di movie nya, dan terkuak kenapa Shoko “kembali ke masa lampau”, krn ia ingin menyelamatkan Sakuta. Facts in this film: Shoko bisa hidup krn Sakuta mendonorkan jantung nya akibat ia kecelakaan lalu lintas. Shoko tdk mau Sakuta mati. Maka ia kembali ke waktu kejadian. Eh, Mai senpai yang malah mati demi menyelamatkan Sakuta.
Meskipun demikian, akhir ceritanya adalah Happy Ending.
Itu adalah scene penghubung semua dunia paralel yang ada. Bagaimanapun juga, pengorbanan Makinohara Shoko - membuat kisah hidup tanpa Sakuta - berhasil.
Sakuta pun masih mengingat Shoko, pada akhirnya..
😄
p.s maaf ya kalau ceritanya tidak lengkap, loncat, dan tidak memberi konklusi apapun. Maklum, cuma pengen nulis supaya tidak lupa 😆😆😆
Streaming sendiri filmnya yaa~