Sabtu, 09 Mei 2020

Seishun Buta Yarou - Sekilas Series dan Movie

Seishun Buta Yarou

Judul yang panjang dengan kalimat “Buta Yarou” dan “Bunny Girl” cukup catchy pertama kali saya sekilas melihat cuplikannya di YouTube.

Series dan Syndrome

Pertama kali saya menonton anime yang berjudul “Seishun buta yarou wa bunny girl senpai no yume wo minai”,  saya sudah tertarik dengan karakter di dalamnya. Anime ini sebenarnya cukup simpel secara efek, tapi gambarnya cukup bagus. 


Selain karakter dan gambar, saya suka dengan konsep teori “puberty syndrome” yang dikisahkan dlm anime ini. Bagaimana syndrome berasal dari kelabilan remaja, yg kemudian berefek nyata pada diri dan lingkungan sekitarnya. Di series nya - yg berdurasi 13 eps - semua karakter utamanya mengalami syndrome tersebut. Diakhiri dengan sembuhnya syndrome yang “diderita” oleh Kaede -adik Sakuta - pulih. Agak sedih karena kepribadian (jiwa) lain Kaede yang sudah cukup lama menemani Sakuta hilang bergantikan Kaede yang sesungguhnya. Meskipun sudah tamat, kisah tentang syndrome Sakuta sendiri belum lah selesai. Belum diceritakan. Mengenai luka di bagian dada perutnya yang belakangan terbuka kembali, hingga siapa sebenarnya Makinohara Shoko.

Eh Ada Movie nya?!

Pagi ini, ketika scrolling IG, saya menemukan informasi tak diduga2: ternyata anime ini merilis movie nya di musim panas 2019 lalu! Tidak tunggu lama, saya search dan streaming. Judul movie nya : “Seishun Buta Yarou wa Yume Miru Shoujo no Yume wo Minai”. 


Untuk yg paham bahasa Jepang, atau pernah lihat translate nya, dari judul bisa diketahui bahwa cerita ini akan banyak mengisahkan ttg “shouju” 少女, anak perempuan / perempuan kecil, di mana itu merujuk kepada Makinohara Shoko: gadis SMP yg sedang dirawat krn penyakit jantung nya. Tapi tapi, kok ada Shoko yang sudah dewasa (kuliah) juga?

Yap, itu adalah efek dari syndrome yang dialami oleh Shoko. Diawali dengan keraguannya dalam mengisi sebuah kertas “Perencanaan Masa Depan” ketika masih SD. Penyakitnya yg dinyatakan tidak akan sembuh membuatnya ragu akan masa depan. Apa gunanya menulis rencana masa depan kalau tahu bahwa masa depan tersebut tidak akan pernah dia rasakan?

Lalu, sosok Shoko kuliah? Itu adalah masa depan yang ia “perlambat”. Kalau teori Futaba, itu adalah Quantum Physic? Entah..

Singkat cerita, film ini menyuguhkan kita setidaknya 4 dunia paralel yang saling berkaitan (ulasan dari YouTube channel Vy Kouko Ch). Di mana semua dunia paralel tersebut dibuat oleh Shoko, oleh syndrome nya yang terjadi ketika mengisi lembar masa depan di kelas 4 SD.

Syndrome ini jugalah yang membuat kisah hidup Sakuta dkk mengalir seperti series anime nya mulai dr eps 1~13. Dunia paralel diketahui terbentuk di movie nya, dan terkuak kenapa Shoko “kembali ke masa lampau”, krn ia ingin menyelamatkan Sakuta. Facts in this film: Shoko bisa hidup krn Sakuta mendonorkan jantung nya akibat ia kecelakaan lalu lintas. Shoko tdk mau Sakuta mati. Maka ia kembali ke waktu kejadian. Eh, Mai senpai yang malah mati demi menyelamatkan Sakuta.

Meskipun demikian, akhir ceritanya adalah Happy Ending.


Itu adalah scene penghubung semua dunia paralel yang ada. Bagaimanapun juga, pengorbanan Makinohara Shoko - membuat kisah hidup tanpa Sakuta - berhasil.

Sakuta pun masih mengingat Shoko, pada akhirnya..

😄


p.s maaf ya kalau ceritanya tidak lengkap, loncat, dan tidak memberi konklusi apapun. Maklum, cuma pengen nulis supaya tidak lupa 😆😆😆

Streaming sendiri filmnya yaa~

Sabtu, 02 Mei 2020

Totoro di OASIS 21

Layaknya seorang wanita yang berdandan, memilih gincu yang hendak dipakai saja sudah bingung, mix and match dengan baju, disamakan dengan mood, memerhatikan suhu ruangan, hingga melihat ramalan cuaca seminggu ke depan dan buka kartu tarot.

Saat ini saya seperti itu dalam menulis tulisan ini. Nulis, ga, nulis, ga. Kayanya pengen nulis, tapi nulis apa.

Dengan mengumpulkan niat, saya pun bertekad untuk menghasilkan sebuah tulisan sebagai janji kepada diri sendiri dan seorang sahabat. Hal ini karena sudah saking lamanya saya tidak melanjutkan blog ini. Padahal ada part lain yang harus dan bisa diceritakan tentang perjalana saya memburu tempat-tempat Kimi no Na Wa.

Ditemani lagu-lagu Kimi no Na Wa versi orkestra di Youtube, mari kita anggap ini sebagai sebuah tulisan selingan - OVA - begitulah. Sebuah tulisan tentang beberapa foto yang akan saya share di setelah ini.

Anda suka anime?

Suatu ketika saya melakukan pelanggaran (lagi) di Gakuen 😅. Seperti rule yang sudah ada, saya harus menulis MAG-Card, sebuah kartu berisikan apa kesalahan saya, kenapa bisa terjadi, dan bagaimana supaya tidak terjadi lagi. Ya, salah satu sistem yang dibuat supaya setiap aturan yang kita langgar dapat terselesaikan dengan melakukan meng-improve diri. Kartu itu pun harus dibawa untuk counseling dengan shidouin (instruktur) grup saya.

Singkat cerita, setelah counseling selesai, saya bertanya; "Satou Shidouin, Anda suka anime?", "Tentu! Ada toko anime di OASIS 21, Nagoya. Cobalah ke sana" Kebetulan sekali, sudah hampir 1 tahun di Kariya tapi saya belum menjelajahi OASIS 21.

Yosh.

gb.1 maps dormitory to OASIS 21

Weekend tiba.

Memakan waktu hampir 1 jam menuju OASIS 21 dari asrama. OASIS 21 itu sendiri adalah nama tempat semacam "mall" yang terletak di Nagoya. Sempat agak bingung karena menembus area pertokoan dari sejak turun di stasiun. Dan kami pun tiba di lokasi.

Menuju toko anime yang dimaksud, dan cukup senang! Iya, cukup. Yah, namanya toko di mall, barang nya pasti barang baru. Harga? so pasti mahal. Saya lebih prefer ke toko barang bekas untuk berburu action figure (kalau sempat akan saya bahas kelak).

Cukup melihat isi toko, di kejauhan "eh, itu toko anime juga?"

Daann..

Bertemu Totoro dkk


gb.2 berfoto dengan Totoro

Ternyata itu toko resmi souvenir Studio Ghibli! Menyeruak ke dalam toko, kaki saya maunya ke kanan, mata saya maunya ke kiri. Saking bingung bin excited melihat pernak pernik yang ada. Ingin rasanya beli ini dan itu, tapi sadar uang, akhirnya saya hanya beli beberapa barang saja yang murah tapi (tentu saja) menarik 😆.


OASIS 21: Si Atap Oval dan Nagoya Tower

Selesai, saya dan teman-teman pun ke luar dan melihat bangunan OASIS 21 dari arah luar. Ia memiliki bentuk oval, dengan tudung / atap yang tidak langsung menempel dengan si pertokoan (untuk lebih jelas mungkin bisa googling, karena saya tidak punya foto nya😞).


gb.3 penampakan bagian luar OASIS 21

Langit cerah kala itu sangat cocok untuk jalan-jalan memang. Puas berfoto-foto di depan, kami pun berkeliling.

Ternyata ada tangga yang bisa dinaiki menuju bagian atas gedung. Di sana ada semacam kolam? dan tampak setengah Nagoya Tower menjulang hingga atasnya.

gb.4 bagian atas: kolam dengan view Nagoya Tower

Berfoto kembali, dan kami sudahi perjalanan kali ini dan mengarah menuju asrama.


Begitulah sepenggal kisah pengantar kali ini. Semoga bermanfaat minimal untuk diri saya sendiri sebagai pengingat moment dan trigger untuk melanjutkan chapter-chapter lain di blog ini.

Sudah pukul 21.15 WIB, Youtube di laptop sudah saya stop, dan mata sudah cukup berat. Semoga dini hari nanti saya bisa bangun sahur Ya Allah.

Aamiin.

Selamat berpuasa dan semoga per-corona-an bisa segera reda kemudian hilang (saat ini saya terjebak di kosan Karawang tidak bisa pulang ke Jakarta soalnya 😭)


fin.